Butuh Rp 20 Triliun untuk Bangun Stadion Olimpiade 2020 di Jepang

Jika jadi dibangun, stadion ini diperkirakan akan menjadi yang termahal yang pernah dibangun.

Jumat, 17 Jul 2015 20:50 WIB

Ilustrasi: Antara

KBR - Pemerintah Jepang memperkirakan dibutuhkan biaya hingga Rp20 triliun rupiah untuk membangun Stadion untuk keperluan Olimpiade 2020 di Tokyo. Biaya itu itu hampir dua kali lipat dari perkiraan semula. Perdana Menteri jepang Shinzo Abe mengatakan anggaran membengkak karena pembangunan harus dimulai dari awal lagi.

Shinzo Abe telah bertemu Panitia Olimpiade Tokyo 2020 untuk membahas pembangunan stadion berkapasitas 80 ribu tempat duduk. Jika jadi dibangun, stadion ini diperkirakan akan menjadi yang termahal yang pernah dibangun.

Rencana proyek pembangunan stadion Olimpiade ini memicu protes, menyangkut mahalnya biaya dan besarnya stadion. Stadion baru ini rencananya akan lebih besar dari tempat pergelaran Olimpiade sebelumnya di London maupun di Beijing.

Editor: Malika

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau