Belanda dan Malaysia Serukan Pengadilan Internasional Untuk Kasus MH17

Malaysia bahkan memperkenalkan rancangan resolusi yang menyerukan adanya pengadilan internasional sesuai Bab 7 Piagam PBB.

Selasa, 21 Jul 2015 08:22 WIB

MH17. Foto: Antara

KBR - Rusia memperkenalkan sebuah draft resolusi alternatif kepada Dewan Keamanan PBB. Hal itu dilakukan sebagai upaya menggagalkan pembentukan pengadilan atas kasus jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17.

Sebelumnya, Belanda dan Malaysia bekerjasama untuk membentuk pengadilan internasional. Ini lantaran kebanyakan korban tewas MH17 kebanyakan dari dua negara itu. Malaysia bahkan memperkenalkan rancangan resolusi yang menyerukan adanya pengadilan internasional sesuai Bab 7 Piagam PBB. Yang artinya, ada upaya untuk mengadili pihak yang bertanggungjawab atas suatu peristiwa.

Hanya saja, Duta Besar PBB untuk Rusia menegaskan bahwa Dewan Keamanan PBB tidak seharusnya menangani persoalan tersebut. Pesawat MH17 yang mengangkut 298 penumpang jatuh di Ukraina. Sejumlah pihak menuding separatis pro Rusia menembak pesawat tersebut dengan menggunakan rudal yang dipasok Rusia. Tapi Rusia dan para pemberontak menyangkal bertanggungjawab dan melempar tanggungjawab pada militer Ukraina. (CNA) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.