Amnesty International Kritik Asia Tenggara Terkait Pengungsi

Satu bulan setelah pertemuan di Bangkok, hanya ada sedikit tanda bahwa pemerintah di Asia Tenggara melakukan tindakan yang harus dilakukan untuk memecahkan masalah pengungsi.

Kamis, 02 Jul 2015 10:22 WIB

Pengungsi Rohingnya di Aceh Utara. Foto: Erwin Jalaludin KBR

KBR - Kelompok pemerhati HAM Amnesty International mengkritik pemerintah di Asia Tenggara yang gagal mengambil tindakan untuk melindungi pengungsi. Seperti dikutip AFP, Direktur Amnesty International wilayah Asia Pasifik, Richard Bennett mengatakan, setelah satu bulan pertemuan di Bangkok, hanya ada sedikit tanda bahwa pemerintah di Asia Tenggara melakukan tindakan yang harus dilakukan untuk memecahkan masalah pengungsi.

Selain itu, kata dia, masih belum ada koordinasi jelas mengenai operasi pencarian dan penyelamatan dan aturan perlindungan bagi mereka yang sudah diselamatkan atau yang belum jelas. 

Sebagai info, saat ini baru Indonesia dan Malaysia saja yang sudah berkomitmen untuk menyediakan tempat penampungan sementara selama satu tahun, bagi para pengungsi. Namun pada Oktober mendatang, diperkirakan gelombang pencari suaka akan kembali membludak.


Editor : Sasmito Madrim

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Puasa kali ini bertepatan dengan masa kampanye pilkada 2018