100 Orang Tewas di Semenanjung Sinai Akibat Serangan ISIS

Serangan ini merupakan yang terbesar yang dikoordinir oleh Negara Islam, NI di Sinai.

Kamis, 02 Jul 2015 09:38 WIB

Ilustrasi Indonesia Menolak ISIS. Foto: Antara

KBR - Sebanyak 100 orang tewas akibat pertempuran antara tentara Mesir dengan kelompok militan ISIS di Semenanjung Sinai. Militer Mesir mengatakan korban jiwa terdiri dari 17 tentara, termasuk empat perwira serta 100 militan.

Sementara sejumlah laporan menyatakan korban jiwa di kalangan tentara jauh lebih tinggi. Serangan ini merupakan yang terbesar yang dikoordinir oleh Negara Islam, NI di Sinai.

Para saksi mata mengatakan mereka masih melihat para militan berkeliaran di jalanan di bagian utara kawasan itu dan bertempur dengan tentara. Namun juru bicara militer Mesir, Brigjen Mohammed Samir, kepada stasiun TV pemerintah mengatakan, situasi keamanan di daerah itu sudah kondusif.

Dia menambahkan lebih dari 70 teroris menembakkan mortir dan meledakkan bom mobil dalam serangan atas lima pos pemeriksaan polisi. Para jihadis di Semenanjung Sinai meningkatkan serangannya atas aparat keamanan sejak militer menggulingkan presiden Mohammad Morsi, Juli 2013 lalu. Sejak maraknya serangan militan Islam, sedikitnya 600 polisi dan tentara tewas. (BBC)


Editor : Sasmito Madrim

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Jokowi Minta Perbankan Beri Kredit UMKM

  • PT Angkasa Pura I Buka Peluang Musyawarah Terkait Konflik NYIA
  • Turki Ancam Serang Milisi Kurdi
  • PBB: Tiga Tahun Terakhir Terpanas Dalam Sejarah

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.