Seorang pria memasuki mobil TPS keliling untuk menggunakan hak pilih pada referendum di Desa Trecwn, Pembrokeshire di Wales, Inggris Raya, Kamis (23/6/2016). (Foto: ANTARA/Reuters)

KBR - Tempat pemungutan suara (TPS) di Inggris sudah ditutup pada Kamis malam. Kini petugas pemilihan mulai menghitung perolehan suara hasil referendum Kerajaan Inggris Raya, untuk menentukan apakah akan bertahan di Uni Eropa atau keluar dari Uni Eropa.

Hingga Jumat pagi WIB, belum ada pengumuman resmi hasil referendum, karena hitung cepat masih dilakukan. Namun lembaga survei YouGov mengeluarkan hasil survei terbaru, yaitu kampanye Inggris bertahan di Uni Eropa atau 'Remain' memperoleh dukungan 52 persen suara, unggul empat poin dari kampanye Inggris keluar dari Uni Eropa atau Brexit atau 'Leave'.

Pada awal-awal kampanye referendum Januari lalu, perolehan suara kubu Brexit cukup tinggi dan menjanjikan, mengalahkan kubu Remain. Pada pertengahan Januari, keadaan berubah dimana pendukung Brexit ganti turun, sedangkan Remain naik, hingga mengungguli Brexit pada pertengahan Februari.

Baca: Brexit, Penentuan Nasib Inggris atau Nasib Uni Eropa?

Memasuki April, pendukung Remain menurun, hingga berbalik disalip oleh kubu Brexit. Namun, kondisi berubah lagi pada awal Mei. Perubahan naik turun jumlah dukungan terus terjadi secara bergantian. Hingga hasil jajak pendapat terbaru yang dikeluarkan YouGov menyebutkan, pendukung Brexit/Leave di posisi 48 persen, sedangkan Remain unggul tipis 52 persen.

"Survei ini menemukan ada pergerakan penambahan suara kecil ke kubu Remain, dan berdasarkan hasil kini kita memperkirakan Inggris akan tetap lanjut menjadi anggota Uni Eropa. Hasilnya, 52 persen untuk Remain dan 48 persen untuk Leave," kata Joe Twyman, Kepala Riset Politik dan Sosial YouGov dalam situs yougov.co.uk pada 23 Juni 2016.

"Hasilnya selisih tipis. Dan ini sebetulnya terlalu dini untuk menyebutkan hasilnya. Tapi hasil ini, bersama dengan beberapa perubahan yang terjadi sepertinya menunjukkan kemenangan bagi pendukung Remain," lanjut Joe.

Sebelumnya sempat ada pesta besar-besaran di posko Brexit di Sunderland untuk merayakan kemenangan. Di Sunderland, pendukung Leave mencapai 61,3 persen. Kota ini merupakan salah satu daerah penyumbang suara terbesar pada referendum kali ini dimana pemilih yang menggunakan hak suaranya mencapai 78 persen dari total pemilih 89 ribu orang.

Apapun hasilnya referendum, David Cameron tetap akan bertahan di kursi Perdana Menteri. Sebuah surat yang ditandatangani 84 anggota parlemen---dua pertiganya pendukung suara Leave, telah dikirimkan ke kantor Perdana Menteri. Isinya, meminta agar David Cameron---pemimpin Partai Konservatif untuk tetap bertahan menjadi perdana menteri apapun hasil referendum ini.

Hasil penghitungan suara referendum kemungkinan diumumkan Jumat siang ini waktu Indonesia. Namun pejabat pemilihan memperingatkan kemungkinan hasil penghitungan bisa terlambat diumumkan pada malam nanti karena hujan deras di London. (Telegraph/Evening Standard/YouGov) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!