Ratusan Ribu Orang Tandatangani Petisi London Keluar dari Inggris

Dorongan keluar dari Uni Eropa muncul karena sejumlah isu.

Minggu, 26 Jun 2016 13:08 WIB

Ilustrasi. (Antara)

Ilustrasi. (Antara)

KBR - Lebih dari 30.000 orang menandatangani petisi online berjudul "Deklarasikan London merdeka dari Inggris dan daftar menjadi anggota Uni Eropa" yang dibuat jurnalis James O'Malley. 

"London adalah kota internasional, dan kami ingin tetap berada di jantung Eropa. Mari terima kenyataan, seluruh negara tidak setuju. Jadi, daripada voting pasif agresif terhadap satu sama lain di setiap pemilu, mari kita membuat perceraian resmi dan bersatu dengan teman-teman kita di daratan," tulis O'Malley di situs Change.org.

Meski demikian, mengutip BBC, pendukung kampanye Remain itu (bergabung dengan Uni Eropa) mengaku tak serius dengan isi petisi tersebut. "Selagi bermuram durja atas hasil referendum," jelasnya kepada BBC.

Inggris menyatakan keluar dari Uni Eropa setelah menggelar referendum atau pemungutan suara nasional, Kamis (23/6/2016) waktu setempat. Sebanyak 51,9% warga memilih Leave ketimbang 48,1% yang memilih Remain.

Dorongan keluar dari Uni Eropa muncul karena sejumlah isu, salah satunya migran yang terus datang ke benua biru. Kelompok pro-keluar menginginkan Inggris menjaga perbatasannya sendiri. 

Atas keputusan itu, Skotlandia dan Irlandia Utara menyatakan ingin tetap bergabung dengan Uni Eropa. Beberapa tokoh di dua wilayah tersebut menyebut referendum kemerdekaan kedua (pisah dengan Inggris) sangat mungkin dilakukan pasca Inggris keluar dari Uni Eropa. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

Penyidik Masih Tunggu Hasil Otopsi Jenazah La Gode

  • KPAI: Anggaran Dana Desa Harus Meningkatkan Kesehatan Anak
  • Natal dan Tahun Baru, Bandara Ngurah Rai Siapkan Posko Terpadu
  • Turki Bakal Buka Kedutaan Besar Di Yerusalem Timur

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi