Paus Fransiskus: Gay Layak Mendapat Permintaan Maaf

Fransiskus menanggapi dengan beragam variasi komentarnya yang terkenal, "Memang saya siapa untuk menghakimi mereka?'’

Senin, 27 Jun 2016 14:15 WIB

Paus Fransiskus. Foto: Antara

KBR, Pemimpin gereja Katholik, Paus Fransiskus, mengatakan orang-orang gay dan mereka yang terpinggirkan oleh gereja, seperti kaum papa dan orang yang dieksploitasi, pantas mendapat permintaan maaf.

VOA melaporkan, Fransiskus ditanya jurnalis apakah dia setuju dengan penasihat utamanya, Kardinal Jerman Karl Marx yang mengatakan gereja berutang permintaan maaf kepada kaum gay karena gereja telah meminggirkan mereka.

Fransiskus menanggapi dengan beragam variasi komentarnya yang terkenal, "Memang saya siapa untuk menghakimi mereka?'’

Paus Fransiskus mengakhiri kunjungan ke Armenia pada Minggu 26 Juni 2016. Dalam perjalanan kembali dari Yerevan ke Vatikan, Sri Paus mengadakan konferensi pers di atas pesawat.

Paus mengatakan, "gereja tidak hanya harus meminta maaf kepada orang- orang gay yang telah disakiti, tetapi juga harus meminta maaf kepada orang miskin, kepada perempuan yang telah tereksploitasi, kepada anak-anak yang dipaksa menjadi buruh, meminta maaf karena telah menyetujui begitu banyak senjata.”

Pastor jesuit James Martin mengatakan pernyataan Paus itu sebuah terobosan. 

"Paus tentu saja benar. Pertama, karena maaf adalah bagian inti dari kehidupan Kristiani. Dan kedua, tak ada kelompok yang lebih dimarjinalkan oleh gereja hari ini ketimbang LGBT," katanya. 

Paus sebelumnya, Paus Paulus II telah meminta maaf pada sejumlah kelompok pada tahun 2000. Atas nama gereja dia meminta maaf kepada orang Yahudi, masyarakat adat, imigran, dan perempuan. (VOA, CNN) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.