Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Foto: Antara

KBR- Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengklaim negaranya sekarang memiliki kemampuan menyerang Amerika Serikat di kawasan perairan Pasifik. 

Klaim itu diberitakan melalui media resmi Korea Utara KCNA, usai memantau uji coba peluru kendali jarak menengah dan jauh. 

Sementara itu petinggi militer Korea Selatan maupun Amerika Serikat menyebutkan Korea Utara kembali mengujicoba dua peluru kendali yang diduga merupakan rudal Musudan. Peluncuran pertama gagal, sedangkan peluncuran kedua sempat mengarah ke Jepang sebelum kemudian jatuh di laut pada jarak sekitar 400 kilometer.

Seperti diberitakan KCNA, Kim Jong Un mengatakan ujicoba itu sukses tanpa mengganggu keamanan negara tetangga. Kim juga yakin persenjataan barunya itu bisa digunakan untuk menyerang Amerika. Rudal itu dirancang bisa menjangkau sasaran sejauh 3,000 kilometer---yang berarti seluruh kawasan Jepang maupun teritori Amerika Serikat di Guam berada dalam jarak serang. 

"Kami sangat yakin mampu menyerang panggung operasi militer Amerika di Pasifik," kata Kim.

Korea Selatan serta Amerika Serikat mengutuk peluncuran rudal tersebut karena terbukti melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Menteri Pertahanan Jepang Gen Nakatani mengatakan peluncuran itu membuktikan bahwa indikasi ancaman Korea Utara terhadap Jepang makin meningkat.

Seluruh anggota Dewan Keamanan PBB yang berjumlah 15 negara pun segera menggelar pertemuan atas permintaan dari Amerika Serikat dan Jepang. PBB sebelumnya sudah mengeluarkan sanksi baru atas peluncuran ujicoba rudal keempat pada Januari dan Februari lalu.

Alexis Lamek, Wakil Duta Besar Prancis di PBB---mewakili Prancis yang memimpin Dewan Keamanan PBB sejak Juni---mengatakan pertemuan, seluruh anggota DK PBB menyatakan peluncuran rudal itu melanggar resolusi PBB.

Sementara itu Sekjen PBB Ban Ki-moon yang berbicara sebelum pertemuan, menggambarkan tindakan ujicoba rudal Korea Utara itu sebagai tindakan kurangajar dan tidak bertanggung jawab. (CNA/Reuters/BBC) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!