Facebook dan YouTube Akan Gunakan Sistem Otomasi Hapus Video Radikal

Beberapa sumber menyebutkan Facebook dan YouTube, akan gunakan sistem otomasi untuk memilih dan menghapus video yang berhubungan dengan gerakan radikal ekstremis.

Minggu, 26 Jun 2016 19:50 WIB

Ilustrasi. (Antara)

Ilustrasi. (Antara)

KBR - Beberapa sumber menyebutkan Facebook dan YouTube akan menggunakan sistem otomasi untuk memilih dan menghapus video yang berhubungan dengan gerakan radikal ekstremis. Ini dimaksudkan untuk menghapus propaganda kekerasan khususnya dari ISIS yang sering menggunakan Facebook dan YouTube sebagai kanal penyebaran propaganda.


Teknologi tersebut awalnya dimaksudkan untuk mengidentifikasi konten pembajakan hak cipta video. Teknologi ini akan mencari “hashes”, sebuah sidik jari digital yang digunakan oleh perusahaan untuk membuang video-video yang memenuhi kriteria dari “hashes” tersebut.


Sistem ini akan mencegah adanya repost dari video yang memang sudah pernah diunggah sebelumnya, namun, tidak akan memblok video yang memang belum pernah ada sebelumnya.


Facebook, dan YouTube memang belum mengonfirmasi teknologi seperti apa yang digunakan, namun seperti dikutip dari The Guardian, beberapa ahli teknologi mengatakan hal ini bisa digunakan untuk melakukan apa yang diinginkan perusahaan tersebut.


Akhir April 2016, Barack Obama dan beberapa pimpinan Uni Eropa memiliki kekhawatiran tersendiri terhadap radikalisasi. Perusahaan seperti YouTube, Twitter, Facebook, dll diminta untuk lebih ketat dalam soal pemblokiran konten sebagai perlawanan terhadap perilaku ekstremis. (theguardian)



Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kepala KSP Moeldoko Tepis Anggapan Miring

  • Izin Impor Beras Dialihkan, PT PPI Tak Keberatan
  • BNPB Siapkan Anggaran Rp 166 Miliar untuk Perbaiki Rumah Korban Banjir Bima
  • PS TNI Gagal Menang Melawan 10 Pemain Persebaya

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.