Bom Bunuh Diri di Damaskus Tewaskan Belasan Orang

Tak ada WNI yang tewas dalam bom bunuh diri ini.

Minggu, 12 Jun 2016 14:41 WIB

Ilustrasi bom bunuh diri. Foto: Antara

KBR - Dua belas orang tewas dan 55 orang lainnya terluka dalam serangan bom bunuh diri di pinggiran kota Damaskus, Suriah. Sejumlah perempuan dan anak-anak juga turut menjadi korban dalam bom bunuh diri tersebut. 

Mengutip BBC, bom meledak di jalan Al-Tin tidak jauh dari masjid yang diyakini kaum Syiah sebagai makam cucu Nabi Muhammad. Meski terjadi perang saudara, warga Syiah terus melakukan ziarah di masjid tersebut.

ISIS mengaku 3 orang anggotanya bertanggung jawab dalam serangan ini. Dua orang membawa bahan peledak pada ikat pinggang dan satu orang lainnya membawa mobil yang kemudian meledak.

Setidaknya sudah 2 kali pada awal tahun ini, kawasan ini mendapat serangan dan sebanyak 150 orang tewas dalam serangan tersebut.

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Damaskus menjelaskan tidak ada korban jiwa dari warga negara Indonesia dalam ledakan tersebut.  (BBC)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Garam Langka, Harga Ikan Asin di Banyuwangi Naik

  • Kelahiran Harimau Benggala di Banjarnegara Dianggap Mengejutkan
  • Banjir Hanyutkan Pagoda di Myanmar
  • Antonio Cassano Umumkan Pensiun untuk Kedua Kali dalam Sepekan

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.