Publik Internasional Kecam Vonis Cambuk 1000 Kali Blogger Arab

Sebelumnya, Mahkamah Agung Arab Saudi menetapkan Raif Badawi menjalani hukuman penjara 10 tahun dan cambuk 1000 kali atas dugaan penghinaan terhadap Islam.

Senin, 08 Jun 2015 14:19 WIB

Hukuman Cambuk. Foto: Antara

KBR- Publik internasional mengecam vonis cambuk dan penjara bagi penulis blog, Raif Badawi. Warga di berbagai kota di dunia mengungkapkan penentangan atas hukuman tersebut melalui berbagai aksi. Sebelumnya, Mahkamah Agung Arab Saudi menetapkan penulis blog, Raif Badawi untuk menjalani hukuman penjara 10 tahun dan hukuman cambuk 1000 kali atas dugaan penghinaan terhadap Islam. Keputusan itu dikeluarkan setelah pihak berwenang Arab Saudi mengajukan peninjauan kembali. Pengadilan tertinggi Arab Saudi mengukuhkan hukuman itu.

Badawi dinyatakan bersalah lantaran melakukan kejahatan di dunia maya dan dituduh menghina Islam. Penulis blog terkenal itu, telah menjalani hukuman cambuj tahap pertama sebanyak 50 kali di depan sebuah masjid di Jeddah. Dia menjalani hukuman cambuk itu sekali seminggu. Namun pelaksanaan hukum cambuk tahap kedua urung dilakukan karena dia belum sembuh dari cambukan sebelumnya. Istri Badawi dan organisasi-organisasi hak asasi manusia menyuarakan, pelaksanaan hukuman cambuk penuh dapat mengancam keselamatan jiwanya. (BBC)

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.