Dubes Perancis, Corinne Breuze.(ANTARAFOTO)

KBR - Pejabat keamanan di Prancis menyatakan telah mengusir 12 mubaligh radikal sejak awal tahun 2015. Dengan demikian, ujar pejabat yang tak bersedia disebutkan namanya, jumlah total ulama yang diusir mencapai 40 orang sejak 2012.

Menteri Dalam Negeri, Bernard Cazenueve mengatakan, kepada Europe 1 bahwa Prancis tidak akan toleransi terhadap mubaligh yang berlaku kasar. Keterangan tersebut disampaikan tiga hari setelah Yassin Salhi dituding memenggal kepala bosnya dan mencoba meledakkan pabrik gas milik Amerika Serikat.

Selain itu, dia juga menegaskan, ulama asing yang menebar kebencian akan dideportasi termasuk sejumlah masjid sedang dalam investigasi karena menggelorakan terorisme. Jika hal tersebut ditemukan, kata Cazenueve, masjid tesebut akan ditutup. (Al-arabya)


Editor : Sasmito Madrim

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!