Aktor Pantomime melakukan kampanye aksi "Join The Fight Againts Human Trafficking" di Taman Cempaka Bandung, Jawa Barat/ANTARA FOTO

KBR - Sejumlah pengusaha Malaysia diduga menjadi dalang di balik perdagangan manusia. Seperti dilandir The Straits Times, mereka dalam kesehariannya memang pengusaha impor dan ekspor. Namun di balik kegiatan itu, mereka ditemukan masuk dalam rangkaian tiga besar gembong Malaysia terkait perdagangan manusia dengan jaringan internasional.

Tim Kepolisian dari Kantor Pusat Bukit Aman yang menyelidiki perdagangan manusia dari Rohingya dan Bangladesh telah mengidentifikasi tersangka utama, setelah penangkapan lebih dari 70 buronan. Tim tersebut terdiri dari Satuan Tugas Kejahatan Terencana (Stafoc), Intelejen Taktik Khusus Kelompok Narkotika (Sting) dan Cabang khusus yang dikoordinir langsung oleh Bukit Aman.

Anggota tim tersebut memantau para tersangka, yang berbasis di Penang, Perlis dan Kedah. Pemantauan juga dilakukan terhadap transaksi perbankan mereka. Kepala Polisi Senior Kedah, Datuk Zamri Yahya menegaskan, petugasnya berkerja sama dengan interpol untuk melacak jaringan Malaysia ke jejaring perdagangan manusia.

Zamri menambahkan, tim khusus juga meminta bantuan dari Bank Negara untuk meneliti semua transaksi bisnis dari tersangka kunci selama beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa seorang pengusaha lokal yang terlibat dalam jaringan perdagangan manusia tersebut memiliki bisnis di George Town dan Butterworth. (The Straits Times)


Editor : Sasmito Madrim

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!