Penderita MERS Meningkat, Korsel Karantina 1600 Orang

Peningkatan jumlah kasus itu menjadikan Korsel sebagai negara penampung pasien MERS terbanyak di luar Timur Tengah.

Senin, 08 Jun 2015 11:13 WIB

Jordania konfirmasi kasus baru penularan virus MERS. ANTARA FOTO

KBR - Pemerintah Korea Selatan melaporkan 23 pasien tambahan terjangkit virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Dengan demikian, total kasus MERS di negara itu berjumlah 87 kasus. Peningkatan jumlah kasus itu menjadikan Korsel sebagai negara penampung pasien MERS terbanyak di luar Timur Tengah.

Sejauh ini, korban meninggal dunia akibat MERS telah mencapai lima orang. Korban kelima ialah seorang pria berusia 75 tahun. Dia meninggal pada Sabtu pekan lalu setelah dirawat di sebuah rumah sakit di Seoul bersama penderita MERS lainnya.

Guna mencegah penularan, pemerintah Korsel mengarantina sedikitnya 1.600 orang. Namun, upaya itu dikritik berbagai kalangan. Sementara Wali Kota Seoul, Park Won-soon, menuduh pemerintah pusat tidak menyedikan informasi yang cukup kepada publik mengenai virus ini.

Tudingan itu dibantah Menteri Kesehatan Moon Hyung-pyo. Dia mengatakan komentar seperti itu tidak layak diungkapkan pejabat pemerintah sebab akan semakin meningkatkan risiko kekhawatiran publik. (BBC)




Editor: Quinawaty Pasaribu 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.