Ilustrasi Bendera Myanmar. Foto: Antara

KBR - Partai politik di Myanmar tengah berupaya meningkatkan usahanya untuk merangkul pemilih perempuan dalam pemilihan umum di negara itu pada akhir tahun ini. Hal tersebut untuk meningkatkan peran serta dan kesejahteraan perempuan di Myanmar. Sebab sebagian besar dari mereka masih bekerja di ladang dan mengelola rumah tangga, sementara hak-haknya banyak terabaikan. Di negara tersebut, jumlah perempuan lebih banyak 1,8 juta dibanding laki-laki dan partai politik sudah mulai memperhatikan hal ini.

Perempuan mulai diajak bergabung ke organisasi politik. Salah satu yang sudah melakukannya adalah Partai Persatuan Nasional. Anggota Komite Eksekutif Pusat Tun Yi meyakini, akan banyak kontribusi perempuan di kegiatan politik. Dia bahkan mengungkapkan, akan menggerakkan lebih banyak perempuan tidak hanya untuk partai namun juga untuk pembangunan desa. Itu sebabnya dia berharap, setidaknya 30 persen perempuan duduk di parlemen. Saat ini, perwakilan perempuan di Parlemen Myanmar masih kurang dari lima persen. Sebagian besar Partai Politik menginginkan perubahan atas kondisi ini, untuk DPR yang lebih seimbang. (CNA)


Editor: Damar Fery Ardiyan  

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!