Parpol Myanmar Mulai Rangkul Pemilih Perempuan

Hal tersebut untuk meningkatkan peran serta dan kesejahteraan perempuan di Myanmar.

Rabu, 03 Jun 2015 10:11 WIB

Ilustrasi Bendera Myanmar. Foto: Antara

KBR - Partai politik di Myanmar tengah berupaya meningkatkan usahanya untuk merangkul pemilih perempuan dalam pemilihan umum di negara itu pada akhir tahun ini. Hal tersebut untuk meningkatkan peran serta dan kesejahteraan perempuan di Myanmar. Sebab sebagian besar dari mereka masih bekerja di ladang dan mengelola rumah tangga, sementara hak-haknya banyak terabaikan. Di negara tersebut, jumlah perempuan lebih banyak 1,8 juta dibanding laki-laki dan partai politik sudah mulai memperhatikan hal ini.

Perempuan mulai diajak bergabung ke organisasi politik. Salah satu yang sudah melakukannya adalah Partai Persatuan Nasional. Anggota Komite Eksekutif Pusat Tun Yi meyakini, akan banyak kontribusi perempuan di kegiatan politik. Dia bahkan mengungkapkan, akan menggerakkan lebih banyak perempuan tidak hanya untuk partai namun juga untuk pembangunan desa. Itu sebabnya dia berharap, setidaknya 30 persen perempuan duduk di parlemen. Saat ini, perwakilan perempuan di Parlemen Myanmar masih kurang dari lima persen. Sebagian besar Partai Politik menginginkan perubahan atas kondisi ini, untuk DPR yang lebih seimbang. (CNA)


Editor: Damar Fery Ardiyan  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

KPPU Belum Temukan Indikasi Monopoli PT IBU

  • Menristek Bakal Tindak Dosen HTI Sesuai Prosedur
  • PUPR Kejar Sejumlah Ruas Trans Sumatera Beroperasi 2018
  • Kelangkaan Garam, Kembali ditemukan Garam Tak Berlogo BPOM

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.