Myanmar Tuntun 727 Imigran ke Bangladesh

Kata dia, para imigran tersebut ingin menuju ke Bangladesh bukan ke Myanmar.

Selasa, 02 Jun 2015 17:50 WIB

Ilustrasi. Imigran suku Rohingya dari Myanmar yang terdampar dibantu nelayan Aceh di perairan Desa S

Ilustrasi. Imigran suku Rohingya dari Myanmar yang terdampar dibantu nelayan Aceh di perairan Desa Simpang Tiga, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Aceh, Rabu (20/5/15). Sebanyak 400 Imigran itu terdampar d

KBR - Angkatan Laut Myanmar dikabarkan tengah membawa 727 imigran di sebuah kapal menuju perairan Bangladesh. Juru Bicara Presiden Myanmar, Ye Htut mengatakan, kapal nelayan yang membawa 727 migran tersebut ditangkap Myanmar 4 hari yang lalu di Laut Andaman. Kata dia, para imigran tersebut ingin menuju ke Bangladesh bukan ke Myanmar. Oleh karena itu Pemerintah Myanmar membantunya untuk ke Bangladesh.

Seperti dikutip dari Reuters, Ye Htut mengatakan Pemerintah Myanmar akan membekali mereka dengan air minum, makanan, dan kebutuhan lainnya. Namun, ketika ditanyakan dari mana imigran tersebut berasal, Ye Htut enggan memberikan jawaban. (Reuters)

Editor: Malika

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Disebut Dukung HTI, Menpora Segera Panggil Adhyaksa

  • Diprotes Imvestor, Presiden Sentil 2 Menteri
  • KPPU: 5 Perusaah Atur Tata Niaga Beras di Sejumlah Provinsi
  • Indonesia Gandeng Azerbaijan Buat Pusat Pelayanan Terpadu

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.