Menlu Bakal Bertemu Dubes Australia Bahas Dugaan Suap Penyelundup Imigran Gelap

Pertanyaan dari Indonesia akan dibawa ke Canberra.

Jumat, 19 Jun 2015 14:48 WIB

Menteri Luar Negeri Retno Marsoedi (Foto: Antara)

Menteri Luar Negeri Retno Marsoedi (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsoedi bakal bertemu dengan Duta Besar Australia hari ini untuk menanyakan dugaan suap kepada pembawa imigran gelap. 

Menurut Retno, pertemuan ini merupakan lanjutan dari pertanyaan Pemerintah Indonesia kepada Australia pada Sabtu lalu.

"Jadi saya bertemu dengan Dubes Australia. Saya tanyakan, ini apa dan sebagainya. Dia janji akan menyampaikan pertanyaan saya ke Canberra dan akan menjawab setelah dia menerima info dari Canberra," ujar Retno di Istana Kepresidenan hari ini, Jumat (19/6/2015). 

Sebelumnya, Polda Nusa Tenggara Timur mengungkap adanya dugaan penyuapan yang dilakukan petugas Bea Cukai Australia. Tuduhan penyuapan itu disampaikan oleh kapten kapal asal Indonesia yang perahunya dicegat oleh patroli Australia. Menurutnya ia diberi uang untuk membawa kembali imigran gelap Myanmar dan Bangladesh kembali ke Indonesia. 

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Mendagri: Fraksi Yang Tak Terima Silakan ke MK

  • Setengah Calon Haji Cilacap Beresiko Tinggi
  • Kabar Kematian Chester Bennington Buat Geger Dunia Maya
  • Liverpool Tolak Tawaran Barcelona untuk Countinho

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.