Mahkamah Agung Amerika Legalkan Pernikahan Sesama Jenis

Berlaku di seluruh 50 negara bagian.

Sabtu, 27 Jun 2015 05:31 WIB

KBR - Mahkamah Agung Amerika Serikat melegalkan pernikahan sesama jenis lewat keputusan pada Jumat (26/6/2015) waktu setempat. Ini dianggap keputusan bersejarah karena legalitas ini berlaku di seluruh 50 negara bagian Amerika Serikat. Sebelumnya, pernikahan sesama jenis hanya diizinkan di 36 negara bagian dan dilarang di 14 negara bagian lainnya. Putusan ini juga mengakhiri perjuangan panjang kelompok gay dan lesbian soal hak untuk menikah.

“Tidak ada penyatuan yang lebih kuat dibandingkan pernikahan karena itu menyatukan cinta, kesetiaan, pengorbanan dan keluarga. Dalam membentuk ikatan pernikahan, dua orang yang bersatu itu menjadi sesuatu yang lebih besar dibandingkan sebelumnya,” tulis Hakim Anthony Kennedy yang menyampaikan opininya di hadapan sidang.

“Pasangan sesama jenis meminta kesamaan di hadapan hukum. Dan Konstitusi menjamin itu.”

Reaksi gembira

Keputusan ini juga disambut gembira. Banyak pengguna media sosial yang mengganti foto profilnya dengan bendera warna warni yang lekat dengan identitas kelompok LGBT.

Presiden Amerika Serika Barack Obama juga langsung merespons positif dari Gedung Putih dan menyebutnya sebagai ‘kemenangan’.

“Kemajuan itu kadang berupa dua langkah maju, dilanjut dengan satu langkah mundur yang terus didorong oleh perjuangan terus menerus,” kata Obama. “Tapi kadang ada juga hari-hari seperti sekarang yang memperlihatkan usaha yang tekun membuahkan keadilan yang datang seperti petir.” Obama adalah Presiden Amerika Serikat pertama yang mendukung pernikahan sesama jenis. 

Setelah pidato Presiden Obama, akun Twitter resmi Gedung Putih juga langsung mengganti gambar profilnya dengan gambar ikonis gedung tersebut yang disaput warna warni pelangi disertai tagar #LoveWins.

Produsen es krim Ben & Jerry’s juga ikut merayakan putusan ini dengan mengeluarkan kemasan baru untuk produk terpopuler mereka yaitu chocolate chip cookie dough yang kini diberi nama “I Dough, I Dough”.  Sementara itu, di Dallas ada pasangan gay pertama yang langsung menikah setelah putusan MA tersebut. Mereka adalah Jack Evans dan George Harris yang sudah bersama sejak 1961. “Kami tidak menyangka hari seperti ini bakal tiba,” kata Harris.

Meski putusan ini dianggap bersejarah, kelompok gay dan lesbian di Amerika Serikat masih mengalami diskriminasi di sektor lain, misalnya di soal perumahan dan pekerjaan. Perjuangan untuk memperloleh hak menikah bagi pasangan sesame jenis di Amerika Serikat sudah berlangsung sejak 2011. Pada tahun 2004, Massachusetts menjadi negara bagian pertama yang melegalkan pernikahan sesama jenis - keputusan yang langsung ditentang kelompok konservatif. 

Survey yang dirilis oleh Gallup pada Mei lalu menyebutkan bahwa 60 persen orang Amerika menyetujui pernikahan sesama jenis.  (TIME, NPR, Reuters)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.