Perdana Menteri India, Narendra Modi. ANTARA FOTO

KBR - Perdana Menteri India, Narendra Modi mendesak masyarakat bersikap untuk melindungi anak-anak perempuan.

Dalam sebuah siaran radio, ia meminta masyarakat untuk 'selfie' dengan anak perempuan mereka dan mempostingnya di sosial media. Hal itu dilakukan untuk menyadarkan orang-orang bahwa anak perempuan sama dengan anak laki-laki serta mengubah sikap masyarakat terhadap anak-anak perempuan.

Narendra Modi juga mengatakan, dirinya akan meretweet beberapa 'selfie' sebagai bentuk kampanye Selamatkan Anak Perempuan Anda.

Dalam beberapa menit, hastag #SelfieWithDaughter mendunia. "Kami sangat menyukai kampanye itu," kata seorang warga dari Jammu. "Ucapannya pasti akan sampai ke desa-desa yang jauh. Saya sangat senang. Semua orang bergembira," tambahnya.

Ide itu lahir beberapa minggu lalu di Bibipur, sebuah desa kecil di bagian India utara, Haryana. Kepala desa di sana telah mendorong para pria di desa itu memposting 'selfie' dengan anak perempuan mereka sebagai bentuk cinta dan hormat.

Haryana sangat terkenal akan aborsi dengan perkiraan 37 ribu perempuan melakukan aborsi setiap tahunnya karena gender mereka.

"Kami dengar Perdana Menteri di televisi dan radio. Kami sangat senang bahwa desa kecil di Bibipur diakui. Dia juga ingin bertemu kami. Kebahagiaan kami tidak ada batasnya," kata Sudesh, warga di desa itu.

Modi juga mendesak India untuk merayakan festival Raksha Bandhan tahun ini. Festival yang digelar bulan Agustus itu ingin merayakan ikatan antara kakak dan adik.

Selain itu, Modi juga meminta warga India mendaftarkan para perempuan yang bekerja di rumah dan ladang untuk program jaminan keselamatan. Di mana pemerintah telah meluncurkan.

Tapi, pihak oposisi mengkritik kampanye itu dengan menuduh Perdana Menteri mencoba mengalihkan perhatian dari kasus korupsi yang diduga ada di lingkaran pemerintahan Modi. Termasuk kontroversi seputar empat anggota perempuannya Bharatiya Janata Party.

"Melalui protes ini, kami ingin mengatakan bahwa negeri ini tidak tertarik mendengar isi hatinya di radio," kata Dilip Pandey, pemimpin dari Partai Aam Aadmi.

Pemerintah telah meluncurkan beberapa skema untuk membangun kewaspadaan dan mengubah perilaku bagi orang yang memiliki anak perempuan. Sebagaimana mereka ingin orang-orang melihat anak perempuan sama dengana anak laki-laki. (CNA) 


Editor: Quinawaty Pasaribu

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!