Korban MERS di Korsel Bertambah

Kementerian Kesehatan mengatakan korban terbaru itu adalah pria 55 tahun, yang meninggal pada Sabtu lalu.

Senin, 29 Jun 2015 11:11 WIB

Ilustrasi-Virus MERS/ANTARAFOTO.

KBR - Korea Selatan melaporkan kematian ke-32 dari warganya akibat sindrom pernapasan akut Timur Tengah, MERS. Kementerian Kesehatan mengatakan korban terbaru itu adalah pria 55 tahun, yang meninggal pada Sabtu lalu. Pria itu didiagnosis mengidap MERS pada 9 Juni setelah tertular virus di rumah sakit Samsung Medical Centre di Seoul.

Kementerian Kesehatan Korea Selatan  menyatakan jumlah korban yang terinfeksi sebanyak 182 orang dan 15 orang lainnya berada dalam kondisi kritis. Sementara 91 pasien telah pulih dan dibebaskan dari rumah sakit, termasuk satu pada hari Sabtu lalu.

Sebagai info, wabah MERS dimulai pada 20 Mei lalu ketika seorang pria 68 tahun didiagnosis mengidap MERS setelah kembali dari Arab Saudi. Sejak saat itu, virus yang belum ada vaksinnya ini menyebar dengan kecepatan yang luar biasa, menjadikannya sebagai wabah terbesar di luar negara asal virus itu, Arab Saudi.


Editor : Sasmito Madrim

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.