Kasus MERS di Korea Selatan Meningkat

Kini jumlah warga yang positif terserang MERS naik menjadi 18 jiwa.

Senin, 01 Jun 2015 12:30 WIB

Ilustrasi Virus MERS. Foto: Antara

KBR - Pemerintah Korea Selatan mengumumkan peningkatan jumlah kasus warganya yang terjangkit sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS). Kini jumlah warga yang positif terserang MERS naik menjadi 18 jiwa. Kementerian Kesehatan Korea Selatan memperingatkan, pekan ini sangat penting untuk menggelar aksi pencegahan terhadap penyebaran virus.

Dikutip dari Yonhap News, Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan, Moon Hyung Pyo mengatakan, kementeriannya akan menilai tingkat penyebaran virus tersebut sepanjang sepekan ini. Pemerintah Korea Selatan juga berencana membentuk gugus tugas MERS yang di dalamnya melibatkan para ahli dari sektor swasta. Orang-orang yang terdiagnosis virus MERS akan diisolasi dan dipantau khusus selama 14 hari. Ini dilakukan untuk menganalisis gejala dan pengobatan darurat. (The Strait Times/Bloomberg)

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau