Jalur Baru Penyelundupan Manusia ke Australia Terungkap

Kepolisian Papua Nugini menyatakan para penyelundup manusia yang ke Australia kemungkinan besar kini mengambil jalur baru melalui Selat Torres.

Jumat, 26 Jun 2015 12:48 WIB

Ilustrasi-Beberapa imigran ilegal Afghanistan saat ditahan di Kantor Imigrasi Medan, setelah ditangkap petugas di Bandara Polonia, Rabu (25/1)/ANTARAFOTO

KBR - Kepolisian Papua Nugini menyatakan para penyelundup manusia yang ke Australia kemungkinan besar kini mengambil jalur baru melalui Selat Torres. Ini diperkirakan sebagai jalur baru penyelundupan manusia. Perahu yang dicegat dan ABK-nya diduga disuap oleh petugas Australia untuk kembali ke Indonesia diperkirakan sebenarnya akan menempuh jalur baru tersebut.

Menurut polisi Papua Nugini, tiga orang pria asal India telah ditangkap saat akan berangkat dengan perahu dari kota kecil Daru di Papua Nugini, yang secara geografis sangat dekat dengan daratan Benua Australia. Dijelaskan, faktor kedekatan geografis dan ketiadaan penegakan hukum di daerah sekitar Kota Daru membuat penyelundup manusia menjadikannya sebagai titik berangkat baru menuju Australia.

Antara Kota Daru di Papua Nugini dan daratan Australia di bagian ujung utara negara bagian Queensland, terdapat jajaran pulau-pulau kecil di Selat Torres. Dari segi navigasi, hal itu memudahkan pergerakan penyelundup.


Editor : Sasmito Madrim

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.