Diskriminasi Jilbab, Mahkamah Agung AS Menangkan Gugatan Samantha Elauf

Pengadilan dalam putusannya mengabulkan tuntutan US Equal Employment Opportunity Commission (EEOC)

Selasa, 02 Jun 2015 12:07 WIB

Ilustrasi disikriminasi. Foto: Antara

KBR - Melalui pemungutan suara terbanyak atau voting, Mahkamah Agung Amerika Serikat memutuskan untuk mendukung Samantha Elauf, seorang perempuan muslim yang ditolak bekerja di Abercrombie & Fitch lantaran mengenakan jilbab dengan alasan agama. Menurut CNN, masalah itu dimulai pada 2008 lalu.

Pengadilan dalam putusannya mengabulkan tuntutan US Equal Employment Opportunity Commission (EEOC), badan federal yang menggugat perusahaan tersebut atas nama Samantha Elauf.

Sebelumnya, Elauf yang saat itu berusia 17 mengikuti wawancara pekerjaan di Asebuah toko di Negara Bagian Oklahoma dengan asisten manajer, Heather Cooke. Cooke dalam wawancara itu, membahas kebijakan perusahaan yang melarang karyawannya memakai terlalu banyak make up, pakaian hitam atau cat kuku.

Jilbab yang dikenakan Elauf dengan alasan agama memang tidak tercantum di dalam peraturan, namun ternyata aturan itu menyebutkan larangan karyawan memakai topi atau jenis penutup kepala lainnya. Perusahaan membantah menolak Elauf karena dia berjilbab. Namun mereka menyebut gaya berpakaiannya tidak sesuai dengan aturan perusahaan.

Dasar hakim memenangkan Elauf adalah Undang-Undang Hak Sipil tahun 1964 yang melarang diskriminasi kerja berdasarkan keyakinan dan praktek keagamaan. Tak dijelaskan apa kompensasi yang diterima Elauf setelah gugatannya dimenangkan hakim. (CNN)


Editor: Damar Fery Ardiyan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau