Chad Larang Perempuan Gunakan Cadar

Pelarangan itu terkait dengan ledakan bom bunuh diri yang menghantam ibu kota N Djamena menyebabkan 33 orang tewas.

Minggu, 21 Jun 2015 20:12 WIB

Ilustrasi penutup wajah atau burqa. Foto: Antara

KBR - Pemerintah Chad melarang seluruh perempuan muslim mengenakan burqa atau cadar. Pelarangan itu terkait dengan ledakan bom bunuh diri yang menghantam ibu kota N Djamena. Serangan ini menyebabkan 33 orang tewas. Banyak muslimah Chad menutup seluruh wajahnya kecuali mata yang dikenal dengan niqab berwarna hitam. Di negara yang penduduk muslimnya mencapai 53 persen sedangkan pemeluk Kristen 35 persen, pelarangan ini menimbulkan berbagai reaksi. Keputusan pelarangan ini merupakan pertama kali terjadi di Afrika.

Bebeberapa negara seperti Tunisia pernah melakukan pelarangan serupa sebelum ini terkait dengan kian maraknya serangan teroris tetapi sifatnya parsial dan temporer. Rezim Chad memerintahkan pasukan keamanan masuk ke dalam pasar dan menyita seluruh burqa yang dijual dan membakarnya. Mereka juga diperintahkan menahan dan menyeret siapapun yang mengenakan burqa ke pengadilan. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi