Ilustrasi Al Jazeera. Foto: Antara

KBR - Seorang wartawan senior jaringan televisi al-Jazeera ditangkap di Jerman atas permintaan pemerintah Mesir. Seorang perwira polisi Jerman mengatakan, pihak berwenang Mesir telah menerbitkan surat perintah penangkapan internasional terhadap laki-laki yang diketahui bernama Mansur itu. Tahun lalu, sebuah pengadilan di Kairo menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara kepada Mansur dengan dakwaan telah melakukan penyiksaan.

Terkait hal itu, Al Jazeera mengeluarkan pernyataan, surat penangkapan dari Mesir sudah ditolak Interpol, karena tidak memenuhi ketentuan jaringan polisi internasional itu. Selain itu, Al-Jazeera juga menegaskan, tudingan terhadap Mansur, yang berkewarganegaraan ganda Mesir dan Inggris, merupakan hal yang konyol dan salah.

Hubungan Mesir dan Qatar, tempat al-Jazeera didirikan, menegang akibat dukungan Qatar terhadap Ihwanul Muslimin di Mesir.

Pada tahun 2013, tiga wartawan al-Jazeera, termasuk wartawan Australia Peter Greste, ditahan dengan tuduhan mendukung Ihwanul Muslimin. Greste ditahan setahun sebelum dideportasi ke Australia. Sementara dua lagi, warga Kanada Mohamed Fahmy dan warga Mesir Baher Mohamed, dilepaskan dengan jaminan bulan Februari lalu, dan sidang pengadilan bagi mereka masih tertunda. (BBC) 

Editor: Quinawaty Pasaribu

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!