Basmi Perdagangan Manusia, Thailand Seret Jenderal Bintang Tiga

Kepolisian sudah mengumpulkan cukup bukti untuk melanjutkan kasus ini.

Selasa, 02 Jun 2015 16:40 WIB

Ilustrasi Foto: Antara

Ilustrasi Foto: Antara

KBR - Seorang jenderal bintang tiga di Thailand menjadi tahanan polisi, setelah dirinya diduga mempunyai peran dalam rantai perdagangan manusia di Asia Tenggara. Selanjutnya, Letnan Jenderal yang bernama Manus Kongpan tersebut akan diwawancarai oleh pihak militer dan akan dipecat jika ditemukan pelanggaran kode etik militer.

Wakil Menteri Pertahanan Thailand, Udomdej Sitabutr mengatakan Kepolisian setempat sudah mengumpulkan cukup bukti untuk melanjutkan kasus ini. Jika nantinya, Manus terbukti bersalah, maka dirinya menjadi pejabat tertinggi yang ditangkap Pemerintah Thailand dalam rangka memberantas perdagangan manusia.

Pemerintah Thailand melancarkan tindakan terhadap kegiatan penyelundupan manusia sejak awal Mei ketika kuburan massal yang diduga berisi mayat pengungsi Rohingya dari Myanmar ditemukan di daerah perbatasan Thailand-Malaysia. Daerah selatan Thailand diketahui telah menjadi basis bagi penyelundup dan pedagang untuk mengambil orang-orang dengan perahu dari Myanmar dan Bangladesh ke Asia Tenggara.

Sejauh ini, surat penangkapan dilaporkan telah dikeluarkan terhadap 82 tersangka penyelundup manusia, 51 di antara mereka telah ditahan dan ditangkap, termasuk Manus.
(Channelnewsasia)

Editor: Malika
  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Periksa Istri Setnov, KPK Dalami Kepemilikan Saham di Perusahaan e-KTP

  • TNI-Polri Disebut Ingin Usir Penduduk Asli di Tembagapura
  • Pengawasan Dana Desa Terkendala Transportasi
  • AS Masukan Korut dalam Daftar Hitam Negara Pendukung Terorisme