Serangan Jelang Pemilu Filipina, Tujuh Tewas

Senin, 09 Mei 2016 09:57 WIB

Bendera Filipina

KBR, Jakarta- Pemilihan presiden di Filipina hari ini diwarnai penyerangan terhadap iring-iringan kendaraan bermotor di Kota Rosario, sebelah selatan ibukota Manila. 

Sekelompok orang menembaki iring-iringan itu menyebabkan tujuh orang tewas dan sejumlah orang luka. Peristiwa itu terjadi Senin dinihari tadi. 

Kepolisian Filipina menyatakan belum mengetahui identitas pelaku. Begitu juga motif serangan tersebut. Namun, pejabat Komisi Pemilu Filipina menyatakan insiden itu terjadi di Provinsi Cavite yang masuk dalam daerah rawan keamanan selama kegiatan pemilu. Ini terkait tingginya tensi politik menjelang pemilu presiden.

Sejak awal tahun ini, kekerasan yang diduga kuat terkait pemilu presiden sudah menewaskan 15 orang. Namun banyak kasus kekerasan lain yang juga dianggap bermotif politik pemilu.

Hari ini jutaan warga Filipina akan mengikuti pemilu, menyalurkan suara mereka untuk memilih presiden baru hingga pejabat walikota. 

Persaingan politik yang tinggi juga diwarnai kekhawatiran munculnya kekerasan, karena banyak dinasti politik yang memelihara pasukan milisi swasta sendiri. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.