Sandera Kelompok Abu Sayyaf Tidak Pernah Mendapat Kekerasan

Penyandera selalu menutup wajah dengan kain.

Senin, 02 Mei 2016 15:59 WIB

Kelompok gerilya Abu Sayyaf (VOA)

Kelompok gerilya Abu Sayyaf (VOA)

KBR, Jakarta - Para sandera kelompok Abu Sayyaf yang dibebaskan kemarin mengaku tidur di hutan selama disandera. Salah satu juru kemudi Brahma 12, Wawan Saputta, mengatakan mereka dijaga ketat oleh lebih dari sepuluh orang.

"Seperti mangga, nasi. Jadi apa yang mereka makan, kami makan. Kami tidur di tanah, mereka tidur di tanah," ujar Wawan, Senin (2/5/2016).

Wawan mengatakan para penyandera membawa senapan dengan wajah yang selalu ditutup kain hitam. Meski begitu mereka mengaku tidak pernah mendapat kekerasan.

Setiap saat mereka dijaga secara bergantian. Beberapa kali dua orang ditugaskan menjaga satu sandera. Hanya satu kali para sandera berkomunikasi dengan para penjaga.

"Mereka tanya kami dari suku apa. Saya jawab saya dari Bugis."

Wawan mengatakan hampir setiap hari mereka berpindah tempat.

Wawan dan sembilan rekannya yang lain ditawan oleh kelompok Abu Sayyaf bulan lalu. Kemarin, kesepuluh orang tersebut berhasil dibebaskan.Menteri Luar Negeri Retno L. Marsudi mengklaim pembebasan dilakukan tanpa membayar uang tebusan.

Mengenai keempat orang sandera tambahan lain, Wawan mengaku tidak pernah bertemu mereka. Begitu pula dengan sandera dari negara lain. Ia sendiri tidak pernah melihat orang yang bernama Abu Sayyaf tersebut. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Polisi Buru Penyebar Hoaks Gunung Agung Meletus

  • Frekwensi Kegempaan Gunung Agung Meningkat
  • Anak-anak Pengungsi Gunung Agung Mulai Belajar di Sekolah Terdekat
  • Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Laporan Sementara Besok