Rusak karena Wisatawan, Pulau Koh Tachai Ditutup

Ditutup sampai waktu yang belum ditentukan.

Selasa, 17 Mei 2016 11:45 WIB

Pulau Koh Tachai ditutup sementara karena rusak akibat wisatawan (Foto: Bangkok Post)

Pulau Koh Tachai ditutup sementara karena rusak akibat wisatawan (Foto: Bangkok Post)

KBR - Otoritas Thailand akan menutup Pulau Koh Tachai karena banyak wisatawan yang merusak lingkungan di sana.

Pulau ini adalah bagian dari Taman Nasional Similan. Sebagian besar taman nasional laut di Thailand tutup antara bulan Mei sampai Oktober karena sedang mengalami muson, tapi Tachai tidak akan dibuka kembali untuk umum. Pulau Koh Tachai akan mulai ditutup per 15 Oktober 2016 sampai waktu yang belum ditentukan.

Pulau ini terkenal di kalangan wisatawan dan penyelam. Meski pulau ditutup, wisatawan bisa tetap mendapatkan akses ke beberapa tempat penyelaman di sana.

“Kami harus menutup tempat ini untuk melakukan rehabilitasi lingkungan, baik di pulau maupun di laut. Kami tidak ingin kegiatan itu diganggu aktivitas wisatawan supaya rehabilitasi masih bisa dilakukan,” kata Kepala Departemen Taman Naisonal, Tunya Netithammakul.

Pantai di Koh Tachai ini bisa memuat sampai 70 orang. Tapi kadang ada sampai 1000 wisatawan yang memenuhi pantai tersebut, lengkap dengan kios makanan dan perahu wisata. Ini melebih kapasitas pulau dan menyebabkan kerusakan yang terancam tak bisa diperbaiki lagi.

Jutaan wisatawan berkunjung ke Thailand setiap tahun. Sebagian besar berkunjung ke pantai dan pulau-pulau di sana. (Bangkok Post, BBC) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.