Rekaman Online Sebut ISIS Akan Lakukan Penyerangan saat Ramadhan

Pernyataan ini diduga dikatakan oleh juru bicara ISIS Abu Muhammad al-Adnani.

Minggu, 22 Mei 2016 20:27 WIB

Bendera ISIS. Foto: Antara

KBR - Sebuah rekaman yang diunggah secara online menyatakan, ISIS akan melakukan serangan pada negara barat selama bulan Ramadhan. Pernyataan ini diduga dikatakan oleh juru bicara ISIS Abu Muhammad al-Adnani.

“Ramadhan adalah bulan untuk melakukan jihad. Bersiaplah untuk membuat bulan tersebut menjadi bulan kehancuran bagi mereka, terutama bagi mereka para petarung dan pejuang Eropa dan Amerika,” jelas Abu Muhammad al-Adnani seperti dikutip dari Reuters.

Sebelumnya, serangan-serangan yang terjadi belakangan ini banyak dikaitkan dengan ISIS. Serangan yang paling baru terjadi adalah bom di Baghdad dan menewaskan lebih dari 100 orang.

Namun, keaslian dari rekaman suara tersebut belum bisa dikonfirmasi. Rekaman yang dipublikasikan oleh akun Twitter afiliasi ISIS tidak menyatakan apakah benar yang mengatakan itu adalah Adnani.

Serangan yang akan dilakukan ISIS juga tidak akan memandang bulu. Pesan yang disampaikan jelas menyebutkan ISIS akan melakukan serangan terhadap siapapun baik itu rakyat, militer, laki-laki maupun perempuan.

Namun, rekaman tersebut tidak menyebutkan adanya keterkaitan ISIS dengan apa yang terjadi pada EgyptAir. Beberapa teori menyatakan kecelakaan yang terjadi pada EgyptAir 804, ada hubungannya dengan terorisme.

EgyptAir 804 mengalami kecelekaan di Laut Mediterania. Penerbangan yang semestinya berangkat dari Perancis ke Mesir mendadak kehilangan kontak. Sampai saat ini, teori yang paling kuat terkait kecelakaan ini adalah adanya kerusakan teknis. Data yang didapatkan tim investigator juga menyatakan adanya kerusakan di toilet dan pusat sirkut elektronik, selain itu tidak ada grup teroris yang mengaku bertanggung jawab akan hal ini.  (Reuters dan CNN)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Kemenko Ekonomi Gandeng WWF Untuk Kejar Target Reforma Agraria

  • Wiranto Akan Panggil Kapolri Soal Densus Tipikor
  • PBB Sebut Myanmar dan Dunia Gagal Lindungi Rohingya
  • Final Liga Champions Asia, Urawa Tantang Al Hilal

Kenaikan harga rokok dengan hanya 9 persen dibanding tahun 2016 atau sekitar 30 perak per batang, dianggap tak mampu mengerem konsumsi rokok yang bertujuan melindungi kesehatan publik