Mengotori Everest? Bersiaplah Masuk Daftar Hitam

Banyak tulisan 'I was here' di mana-mana.

Rabu, 11 Mei 2016 13:54 WIB

Gunung Everest, gunung tertinggi di dunia (Foto: BBC)

Gunung Everest, gunung tertinggi di dunia (Foto: BBC)

KBR - Pemerintah Tiongkok berencana untuk memublikasikan dan mempermalukan turis yang meninggalkan graffiti di Gunung Everest.

Turis banyak yang meninggalkan komentar seperti “Saya pernah di sini” (I was here) dalam berbagai bahasa di monumen dan plang di sisi Gunung Everest yang ada di Cina.

Karenanya pejabat setempat berencana untuk menyediakan tablet untuk turis demi memenuhi kebutuhan turis untuk ‘meninggalkan jejak’ dan mengabadikan momen mereka di Gunung Everest. Selain itu juga mereka akan menyediakan area yang disebut sebagai ‘zona grafiti’.

Pejabat Tibet mengatakan kepada media lokal kalau turis harus mendaftarkan diri mereka untuk masuk ke area Gunung Everest. Hal ini dianggap bisa mempermudah identifikasi turis yang mencoret-coret tempat wisata ini.

“Mulai tahun ini, akan ada dibuat daftar hitam untuk menghukum turis yang bandel, seperti meninggalkan graffiti. Daftar ini akan dipublikasi lewat berbagai media,” kata Gu Chunlei, biro pariwisata Tingri County.

Mei adalah waktu favorit turis mengunjungi Gunung Everest. Diperkirakan ada 550 kunjungan per hari ke base camp gunung tersebut. Gunung Everest adalah gunung tertinggi di dunia. (BBC)  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?