Kunjungi Hiroshima, Obama Diminta Serukan Penghapusan Nuklir

Presiden Barack Obama berencana ke Hiroshima, pada 27 Mei untuk menghadiri KTT G-7.

Selasa, 17 Mei 2016 14:34 WIB

Pemandangan Kota Hiroshima setelah bom atom pada 6 Agustus 1945. Foto: Antara

KBR- Bekas Menteri Pertahanan AS William Perry mendorong Presiden Barack Obama mengusulkan penghapusan nuklir ketika berkunjung ke Hiroshima akhir bulan ini. 

NHK melaporkan, Perry mengatakan tidak ada tempat yang lebih baik dari Hiroshima untuk menarik perhatian dunia akan bahaya senjata nuklir. Dia berharap Obama mengusulkan langkah nyata untuk tujuan tersebut. 

Presiden Barack Obama berencana ke Hiroshima, pada 27 Mei untuk menghadiri KTT G-7.  Obama akan menjadi presiden Amerika Serikat pertama yang pergi ke kota tempat pesawat Amerika menjatuhkan bom atom pertama pada 1945 ketika berlangsung Perang Dunia II. 

Selama ini, non-proliferasi nuklir telah menjadi tema sentral dalam pesan dan kebijakan Obama.  Perjalanan ke Hiroshima disebut sebagai kelanjutan visinya.  Obama berfokus pada korban manusia yang luar biasa yang diakibatkan perang.

Bom atom AS yang dijatuhkan di Hiroshima dan juga Nagasaki merupakan satu-satunya penggunaan senjata nuklir dalam sejarah. Ledakan langsung bom itu telah menyebabkan ribuan korban, sedangkan radiasi yang ditimbulkan mengakibatkan lebih banyak kematian pada tahun-tahun berikutnya.(NHK)  

Editor: Malika

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1