Korea Utara: Omongan Trump Adalah Omong Kosong

Duta Besar korea Utara untuk PBB, So Se-pyong, mengatakan proposal Trump hanya bentuk propaganda dan iklan dalam kampanyenya.

Selasa, 24 Mei 2016 10:31 WIB

Donald Trump. Foto: Antara

KBR - Pejabat Korea Utara menolak proposal calon presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Mengutip Channel News Asia, Duta Besar korea Utara untuk PBB, So Se-pyong, mengatakan proposal Trump hanya bentuk propaganda dan iklan dalam kampanyenya.

Kata dia, keputusan pertemuan tetap ada di tangan Kim Jong-un, namun ide dan omongan Trump adalah omong kosong. Se-pyong mengatakan, gagasan Trump tidak berguna dan tidak tulus.

Trump telah menyatakan ingin bertemu dengan Kim Jong-un untuk menghentikan program nuklir Pyongyang. Hal itu dinyatakan dalam sebuah wawancara dengan Reuters pekan lalu di New York.

Nama Trump di Amerika Serikat semakin diperhitungkan dalam pemilihan presiden Amerika Serikat mendatang. Hasil survei terbaru menunjukkan Donald Trump dari Partai Republik dan Hillary Clinton dari Partai Demokrat sangat berimbang.

Mengutip VOA, jajak pendapat Washington Post-ABC menunjukkan Trump lebih unggul dari Clinton yakni 46 lawan 44 persen. Sementara, NBC News poll memberi Clinton keunggulan tipis 46 lawan 43 persen. (Channel News Asia dan VOA)

Editor: Sasmito Madrim

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Korupsi Alat Kesehatan, Ratu Atut Divonis 5,5 tahun penjara

  • Korupsi E-KTP, Jaksa Apresiasi Hakim Akui Peran Setnov
  • Pansel Klarifikasi Temuan Masyarakat Kepada Calon Komisioner Komnas HAM
  • Polisi: Tidak Ada Gejolak Sosial Pasca Pembubaran HTI di Solo

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.