Foto kebakaran lahan di Alberta Kanada, diambil dari Rocky Mountain House. (Foto Cameron Strandberg/CC BY 2.0/ Creative Commons/Wikimedia Commons)

KBR - Kebakaran hebat terjadi di kota Fort McMurray, di sebelah barat Kanada. Kebakaran memaksa seluruh penduduk di kota minyak itu yang berjumlah lebih dari 88 ribu orang mengungsi.

Kebakaran mengamuk di wilayah urban yang berada di Provinsi Alberta itu, menghancurkan sekitar 1,600 bangunan. Otoritas di Fort McMurray menyebut kemungkinan lebih banyak lagi bangunan di kota itu yang akan hancur.

Kebakaran itu terjadi sejak Senin lalu yang kemudian menyebar luas dengan cepat. Petugas pemadam kebakaran belum mampu mengendalikan api yang--hingga Rabu kemarin---melalap lebih dari 10 ribu hektar.

Kebakaran makin parah pada Rabu kemarin karena beberapa wilayah di sekitar Fort McMurray juga dilanda kebakaran, seperti di wilayah Abasand dan Waterways.

Tiupan angin kencang disertai suhu udara hangat dan kondisi kering menyebabkan api menyebar cepat.

Seantero wilayah itu dipenuhi nyala api dan asap tebal. Diperkirakan 80 persen lahan di Fort McMurray Beacon Hill hancur. Seluruh provinsi Alberta dinyatakan dalam keadaan darurat.

Perdana Menteri Provinsi Alberta, Rachel Notley langsung mengawasi kebakaran itu dari udara. Ia mengatakan kebakaran kini mengarah ke utara dan timur wilayah Fort McMurray. Diperkirakan kebakaran bakal mengarah ke permukiman di daerah Thickwood dan Timberla.

Belum diketahui penyebab kebakaran, juga berapa jumlah korban tewas akibat kebakaran itu. Namun setidaknya satu mobil bertabrakan saat proses evakuasi. Kepanikan melanda ribuan orang saat proses evakuasi terjadi.

Di lokasi pengungsian, ribuan orang tidur seadanya dengan kondisi minim bahan bakar dan makanan.

Pejabat Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Alberta, Scott Long mengatakan kemungkinan kebakaran itu akan memusnahkan sebagian besar wilayah kota Fort McMurray.

Beruntung sebagian besar fasilitas kilang minyak mentah di lahan pasir (oil sands) tidak berada di jalur kebakaran. Namun sejumlah perusahaan mengevakuasi para pekerja dan melindungi pipa-pipa minyak dari amukan api.

Bandara Internasional Fort McMurray membatalkan seluruh penerbangan komersial dari dan menuju kota itu.

Ini merupakan kebakaran besar kedua yang melanda kawasan tambang minyak pasir di Kanada. Pada Mei tahun lalu, kebakaran lahan juga terjadi di wilayah Alberta hingga ratusan orang pekerja harus dievakuasi. Kebakaran saat itu menyebabkan produksi kilang minyak mentah pasir turun 9 persen.

Sementara pada 2011, kawasan Slave Lake yang juga berada di Provinsi Alberta juga dilanda kebakaran hebat yang menghancurkan lebih dari 300 bangunan dan memaksa 7,000 orang mengungsi. Kerugian akibat kebakaran Slave Lake mencapai lebih dari Rp7 triliun. Padahal wilayah hunian Fort McMurray lebih besar dari Slave Lake dengan jumlah penduduk mencapai 125 ribu orang.

Organisasi Palang Merah Kanada menyebutkan para pengungsi kini membutuhkan bantuan makanan dan air minum. Proses evakuasi juga terhambat oleh terbatasnya persediaan bahan bakar minyak bagi kendaraan yang mengangkut pengungsi.

Banyak yang terpaksa tidur di jalan. Kicauan di Twitter bermunculan menawarkan makanan, tempat hunian sementara hingga penanganan hewan peliharaan. (Reuters/CNN/BBC)
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!