Facebook Tegaskan Untuk Semua Ideologi

Ketidakberpihakan tersebut juga tergambar dari miliaran pemilik akun facebook.

Kamis, 19 Mei 2016 14:07 WIB

Foto: Antara

KBR- CEO Facebook Mark Zuckerberg menegaskan kepada pemimpin konservatif bahwa aplikasi media sosial miliknya diperuntukkan untuk semua golongan. Hal itu disampaikan Zuckerberg usai pertemuan dengan belasan pemikir konservatif di markas Facebook di Menlo Park, California.

Menurutnya, ketidakberpihakan tersebut juga tergambar dari miliaran pemilik akun facebook.

"Silicon Valley memiliki reputasi untuk menjadi liberal. Tapi masyarakat Facebook mencakup lebih dari 1,6 miliar orang dari berbagai latar belakang dan ideologi; dari liberal konservatif dan lain-lain," tulis Zuckerberg seperti dikutip dari Variety.com

Ia menambahkan tudingan pihaknya menekan kelompok tertentu juga tidak masuk akal. Sebab, hal tersebut akan berlawanan dengan kepentingan bisnis mereka.

"Keberhasilan komunitas kami tergantung pada setiap orang merasa nyaman berbagi apa saja yang mereka inginkan. Ini tidak masuk akal bagi misi kita atau bisnis kita untuk menekan konten politik atau mencegah orang dari melihat apa yang paling penting bagi mereka."

Karena itu Zuckerberg menegaskan kelompok konservatif juga penting untuk keberhasilan masa lalu dan masa depan perusahaan.

"Kenyataannya adalah, konservatif dan Republik telah selalu menjadi bagian penting dari Facebook. Donald Trump memiliki lebih banyak penggemar di Facebook daripada calon presiden lainnya. Dan Fox News drive lebih banyak interaksi di halaman Facebook-nya daripada outlet berita lain di dunia. Ini bahkan tidak dekat." tambahnya.

Sebelumnya, Facebook dituding sengaja menghapus artikel-artikel dari media konservatif. Atas tudingan tersebut bos Facebook Mark Zuckerberg mengundang para pemimpin konservatif. Mereka diantaranya bekas Senator Jim DeMint, penasihat Donald Trump Barry Bennett, American Enterprise Presiden Arthur Brooks dan cendekiawan Mary Katharine Ham Brewer. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.