Facebook Akui Salah Tolak Iklan Model Berbadan Gemuk

Sekaligus minta maaf.

Selasa, 24 Mei 2016 13:58 WIB

Tess Holliday (Foto: BBC)

Tess Holliday (Foto: BBC)

KBR - Facebook mengaku telah bersalah karena telah menolak untuk memasang iklan yang menampilkan seorang model berperawakan gemuk dan mengenakan bikini. Mengutip BBC, jejaring sosial milik Mark Zuckerberg itu saat ini telah menyetujui foto tersebut dimuat di situs mereka. 

"Tim kami memproses jutaan gambar iklan setiap minggu, jadi kami kadang-kadang melakukan kesalahan," kata seorang juru bicara facebook.

"Agar menjadi jelas, gambar atau foto harus sesuai dengan kebijakan periklanan kami. Kami sekarang telah menyetujui iklan tersebut dan mohon maaf bila ini menimbulkan ketidaknyamanan.

Sebelumnya, kelompok feminis Australia Cherchez La Femme marah setelah Facebook menolak iklan mereka yang dirancang untuk mempromosikan hal-hal positif yang berkaitan dengan tubuh manusia. Kemarahan itu dipicu pernyataan Facebook yang menyebut iklan tersebut membuat pembaca buruk tentang dirinya.

Raksasa jejaring sosial itu juga menganjurkan iklan yang dipilih menampilkan orang yang tengah berjalan atau naik sepeda.

"Mereka tidak boleh menjadi polisi yang mengatur tubuh perempuan dengan segala standar kecantikannya," kata Jessamy Gleeson, salah seorang produser acara "Feminism and Fat" yang berbasis di Melbourne. 

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Anggota Komisi I DPR Pertanyakan Alasan Panglima TNI Instruksikan Nobar Film G30S

  • Gempa Meksiko, Komite Paralimpik Tunda Turnamen Dunia
  • PM Jepang: Peluang Dialog dengan Korea Utara Sudah Tertutup