EgyptAir MS804, Tim investigasi Sebut Asap ada di Toilet

Data yang didapatkan dari Aircraft Communications Addressing and Reporting System (ACARS) menunjukkan adanya asap di bagian lavatory (toilet) dan pusat sistem elektronik pesawat.

Minggu, 22 Mei 2016 15:47 WIB

Foto: Antara

KBR - Tim investigasi belum dapat memastikan penyebab hancurnya pesawat EgyptAir MS804. Saat ini, kecelakaan diduga kuat dikarenakan kesalahan teknis yang terjadi di pesawat.

Tim investigasi dari Perancis, mengumumkan adanya tanda-tandanya gangguan di pesawat berupa asap. Data yang didapatkan dari Aircraft Communications Addressing and Reporting System (ACARS) menunjukkan adanya asap di bagian lavatory (toilet) dan pusat sistem elektronik pesawat.

David Learmount, dari Flight Global mengatakan, data yang ada bisa menjadi petunjuk awal. Ada sebuah pendapat dan teori yang mengatakan ledakan tersebut terjadi karena adanya terorisme.

“Ada sebuah laporan yang terjadi di lavatory, semenit kemudian terdapat asap di pusat sistem elektronik, yang sangat mengkhawatirkan, 2 menit kemudian, satu persatu sistem pengendalian pesawat mulai tidak berfungsi,” kata Dia.

Selain itu, data yang diperoleh saat ini juga tidak menunjukkan adanya perilaku terorisme yang menyebabkan pesawat meledak. Analis penerbangan CNN David Soucie mengatakan, tidak adanya gejala terorisme jika mengacu pada data saat ini.

“Jika ada sebuah bom, karakteristik dari ledakan bom adalah menghancurkan kulit dari pesawat. Ini bukan indikasi yang bisa menunjukkan adanya bom, karena jika ada bom pasti terjadi secara instan, tidak mungkin ada data yang masuk seperti yang didapatkan sekarang,” jelas David Soucie.

Saat ini semua laporan dan teori sedang diperiksa oleh tim investigasi, namun belum ada kepastian atas apa yang sebenarnya terjadi. “Untuk saat ini, semua teori sedang diperiksa dan belum ada yang cukup kuat,” kata Menteri Luar Negeri Perancis Jean Marc Ayrault.

Kepastian apa yang terjadi pada penerbangan ini hanya bisa didapatkan setelah blackbox dari pesawat ditemukan dan diperiksa. Sejauh ini juga tidak ada grup teroris yang mengaku bertanggung jawab atas terjadinya insiden ini.(Theguardian dan CNN)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.