April tercatat sebagai bulan terpanas pada 2016 (Foto: The Guardian)

April tercatat sebagai bulan terpanas pada 2016 (Foto: The Guardian)

KBR - April 2016, tercatat sebagai bulan terpanas yang pernah tercatat secara global. Dan ini kembali menegaskan bahwa 2016 akan menjadi tahun terpanas yang pernah terjadi sejauh ini.

Angka yang dikeluarkan NASA pada akhir bulan lalu ini menunjukkan suhu global di daratan dan di lautan lebih hangat 1,1 derajat Celcius pada April dibandingkan bulan yang sama pada tahun 1951-1980. 

Naiknya suhu bumi saat ini dipicu oleh El Nino, yang melepaskan air bersuhu hangat di Samudera Pasifik. Tapi ini bukan jadi El Nino terbesar yang pernah tercatat.

“Ilmuwan cuaca sudah memperkirakan soal kondisi cuaca ini sejak tahun 1980an. Dan ini sudah tampak nyata sejak tahun 2000an. Jadi sesungguhnya tidak ada kejutan sama sekali,” kata Andy Pitman dari Universitas New South Wales di Australia.

Suhu saat ini turut mempengaruhi berbagai ekosistem yang ada di seluruh dunia, misalnya terhadap pemutihan terumbu karang. Di Australia, 93 persen terumbu karang telah mengalami pemutihan sepanjang 2.300 kilometer di Great Barrier Reef. Sementara di area utara, sebagian besar terumbu karang sudah mati atau sekarat. (The Guardian)  

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!