Yingluck Dipaksa Hadir di Pengadilan

Jika terbukti, dia terancam hukuman penjara 10 tahun atas tuduhan penyalahgunaan wewenang.

Selasa, 19 Mei 2015 10:58 WIB

Mantan Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra. Foto: Antara

KBR - Bekas Perdana Menteri Perempuan Pertama Thailand Yingluck Shinawatra diharapkan hadir pada pengadilan hari ini untuk memulai persidangan atas kelalaiannya. Jika terbukti, dia terancam hukuman penjara 10 tahun atas tuduhan penyalahgunaan wewenang dalam menerapkan kebijakan pembelian beras dengan harga dua kali lebih mahal. Kebijakan itu dinilai merugikan negara.

Kelompok Militer Thailand meminta anggota Dewan untuk memberhentikan Yingluck pada Januari lalu, sebuah langkah yang juga melarang sang perdana menteri untuk berpolitik selama lima tahun. Yingluck diharapkan muncul pada persidangan Mahkamah Agung hari ini. Sebab, Senin kemarin, Jaksa Agung Thailand mengancam bakal menerbitkan surat perintah penangkapan jika Yingluck menolak hadir tanpa alasan yang kuat. (CNA)


Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau