WWF Gunakan Emoji untuk Kampanye Hewan Terancam Punah

Setiap makhluk digital itu mewakili spesies terancam punah yang nyata.

Senin, 18 Mei 2015 11:32 WIB

Ilustrasi harimau salah satu hewan yang masuk daftar terancam punah. Foto: Antara

KBR - Organisasi pegiat lingkungan hidup WWF menjalankan kampanye penggalangan dana menggunakan 17 emoji hewan. Setiap makhluk digital itu mewakili spesies terancam punah yang nyata. Seperti emoji penyu yang merupakan perwakilan nyata dari spesies penyu hijau yang terancam oleh perdagangan ilegal untuk daging, tempurung dan telurnya. Selain penyu, emoji lain yang tersedia di antaranya paus biru, harimau, panda, juga gajah Asia. Dalam kampanye ini, masing-masing hewan yang dipilih berada di IUCN Red List atau daftar merah hewan terancam punah. Emoji hewan tersebut sesuai dengan Unicode Standard 6.0 dokumen yang kompatibel baik untuk iOS maupun perangkat Android.

Masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam kampanye ini bisa mendaftar di Twitter.com/WWF. Kemudian, WWF akan melacak berapa kali Anda men-tweet salah satu emoji hewan terancam punah tersebut. Pada akhir bulan akan mengirimkan saran untuk mendonasikan dana £ 0,10 atau € 0.10 per emoji. Tentu saja, semua sumbangan yang disarankan sepenuhnya sukarela, sehingga Anda bisa menyumbangkan lebih atau kurang. Dan jika Anda ingin berhenti berpartisipasi dalam kampanye, Anda hanya perlu men-tweet "Unsubscribe" untuk WWF.  (Treehugger)


Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?