UNESCO Kecam Pengeboman kota Bersejarah

Sana'a hancur dalam pengeboman pasukan Arab.

Rabu, 13 Mei 2015 15:40 WIB

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan keterangan mengenai serangan bom di Kota Sana'a, Yaman, pada 20 April 2015. Foto: Antara

KBR- Badan Kebudayaan PBB UNESCO mengecam serangan pada kota tua Sana'a di Yaman. Kota tersebut merupakan Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1986. Sana'a hancur dalam pengeboman pasukan Arab. Dua kota bersejarah seperti kota tua Sana'a dan Kota Sa'adah kini mengalami kerusakan parah setelah menjadi sasaran pengeboman udara oleh pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi yang mencoba mengusir pemberontak Houthi dari sana.

Kota Sana'a terletak di lembah yang telah dihuni selama 2.500 tahun dan merupakan salah satu pusat utama penyebaran agama Islam di kawasan itu. Di kota itu terdapat lebih dari 100 masjid, 14 pemandian kuno dan 6.000 rumah yang dibangun sebelum abad ke-11 Masehi.

Menurut Bokova, pengeboman ini telah menghancurkan beberapa gedung bersejarah di ibu kota Yaman, Sana'a dan kota tua Sa'adah, serta dinding kota Baraqish yang merupakan situs bersejarah pra-Islam. "Saya mengutuk kehancuran ini dan menyerukan kepada semua pihak yang bertikai agar melindungi warisan budaya dari konflik," kata Bokova (13/5/2015). (BBC)  

Editor: Damar Fery

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.