Tiongkok Marah Karena Amerika akan Kirim Kapal dan Pesawat Militer

Menlu Amerika John Kerry berada di Tiongkok untuk menekan Beijing agar menghentikan tindakannya yang bersifat menguasai di Laut Cina Selatan yang membuat khawatir Amerika dan negara-negara tetangga Tiongkok yang lebih kecil.

Sabtu, 16 Mei 2015 14:18 WIB

Menlu AS John Kerry/ Foto: Antara

Menlu AS John Kerry

KBR, Cina - Menlu Amerika John Kerry berada di Tiongkok untuk menekan Beijing agar menghentikan tindakannya yang menguasai di Laut Cina Selatan. Hal ini membuat khawatir Amerika dan negara-negara tetangga Tiongkok yang lebih kecil.
 
Kerry hari Sabtu tiba di Beijing untuk melakukan serangkaian pertemuan dengan para pemimpin Tiongkok di tengah-tengah perang kata-kata antara pejabat Amerika dan Tiongkok mengenai proyek reklamasi yang dilakukan Tiongkok di perairan yang disengketakan.
 
Pejabat Amerika minggu ini mengatakan Menlu Kerry membawa pesan bagi Tiongkok bahwa reklamasi besar-besaran dan perilaku Tiongkok di Laut Cina Selatan merusak citra dan hubungan luar negeri Tiongkok termasuk dengan Amerika.
 
Tiongkok bereaksi marah atas kemungkinan Amerika mengirim kapal-kapal dan pesawat militer untuk menentang klaim Tiongkok atas pulau-pulau yang direklamasinya. Hari Jumat, Tiongkok menegaskan kembali akan membela klaim-klaim itu dan tidak akan pasif saja jika diancam.
 
Klaim tersebut telah mencemaskan kawasan itu dimana pulau-pulau kecil dan karang,  di Laut Cina Selatan diperebutkan oleh Tiongkok dan lima negara Asia lainnya. Amerika mengatakan tidak memihak dalam klaim kedaulatan wilayah itu tapi berkeras sengketa itu harus di rundingkan. Amerika juga menegaskan bahwa menjamin keamanan laut dan akses ke salah satu lintas pelayaran niaga tersibuk di dunia itu adalah prioritas keamanan nasional Amerika.
 

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Pemenang Tender Beberkan Nama Anggota DPR Penerima Suap Proyek Bakamla

  • 100 Hari Anies-Sandi, FPDIP Anggap Kebijakan Penataan Tanah Abang Paling Bermasalah
  • AS Tuding Rusia Terlibat Serangan Kimia Suriah
  • Barcelona Siapkan Nomor 7 untuk Griezmann, Bukan Coutinho

Susu menjadi asupan makanan penting pertama yang dikonsumsi manusia dan diperlukan manusia sepanjang hidup, bukan hanya ketika bayi dan balita saja.