Tim Kriket Perempuan Sri Lanka Dipaksa Berhubungan Seks

Hal ini diungkap oleh kementerian olahraga Sri Lanka.

Minggu, 24 Mei 2015 13:17 WIB

Ilustrasi Pertandingan Kriket. Foto: Antara

KBR - Anggota tim perempuan olah raga kriket Sri Lanka dipaksa melakukan hubungan seksual untuk menjaga tempat mereka di tim. 

Hal ini diungkap oleh kementerian olahraga Sri Lanka. Menteri Sri Lanka Anak Rosy Senanayake menyebutnya sebagai insiden memalukan. Kementerian mengatakan bukti pelecehan seksual itu ditemukan dalam penyelidikan yang dimulai pada tahun lalu.

Penyelidikan dilakukan menyusul laporan seorang pemain yang dikeluarkan dari tim karena menolak untuk berhubungan seks dengan para pejabat kriket. 

Menurut Kementerian, prosedur pendisiplinan pun akan dimulai tanpa menyebut nama individu yang terlibat. Namun sejauh ini belum jelas tindakan apa yang akan diambil terhadap pelaku. (BBC)  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.