Perbaikan Jalur Kereta Philadelphia-NY Dilanjutkan Hari Ini

Salah satu jalur tersibuk yang banyak mengangkut turis.

Senin, 18 Mei 2015 08:46 WIB

Kecelakaan terhadap kereta Amtrak di Philadelphia (Foto: Antara)

Kecelakaan terhadap kereta Amtrak di Philadelphia (Foto: Antara)

KBR - Perbaikan jalur kereta Amtrak 188 antara Philadelphia dan New York pasca kecelakaan mematikan dilanjutkan hari ini. Kecelakaan tersebut telah menyebabkan delapan orang tewas dan lebih dari 20 luka-luka. 

Kereta Amtrak 188 sebelumnya tengah melakukan perjalanan dengan kecepatan dua kali lipat. Namun saat pengemudi menginjak rem darurat, kereta itu tergelincir di Philadelphia. Akibatnya rel antara kedua kota itu ditutup untuk sementara. 

Amtrak sendiri mengatakan, stafnya terus bekerja sepanjang waktu untuk memperbaiki infrastruktur yang diperlukan untuk memulihkan layanan kereta bagi para penumpang yang akan melakukan perjalanan ke timur laut. 

Rel koridor yang menghubungkan Washington dan New York yang melewati Philadelphia adalah salah satu rute kereta tersibuk. Rute itu kerap dilewati para turis. Sedangkan penyidik setempat masih terus menyelidiki kasus tersebut. Hanya saja, mereka membutuhkan waktu lebih banyak untuk mengumpulkan bukti. (CNA) 


Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Saracen, Analisis PPATK sebut Nama Besar

  • Bentuk Densus Tipikor, Mabes Minta Anggaran Hampir 1 T
  • Bareskrim Sita Jutaan Pil PCC di Surabaya
  • Konflik Myanmar, Tim Pencari Fakta PBB Minta Tambahan Waktu