PBB Kutuk Pembunuhan Terhadap Jurnalis

Sebanyak 66 jurnalis tewas pada 2014 sejak awal tahun ini dan lebih dari 700 jurnalis tewas selama satu dekade.

Kamis, 28 Mei 2015 10:48 WIB

Ilustrasi Pembunuhan Wartawan. Foto: Antara

KBR - Dewan Keamanan PBB mengutuk serangan terhadap wartawan di seluruh dunia dan menuntut mengakhiri impunitas terhadap para pelakunya. Sebelumnya, Mariane Pearl, jurnalis Wall Street Journal dipenggal kepalanya oleh kelompok militan Pakistan pada 2002. Hal itu berbanding terbalik dengan impunitas para pelaku kasus pembunuhan terhadap jurnalis yang mencapai 96 persen.

Sementara itu, Lembaga Pemantau Kebebasan Pers menyebut, sebanyak 66 jurnalis tewas pada 2014 sejak awal tahun ini dan lebih dari 700 jurnalis tewas selama satu dekade. Salah satu contoh kasus pembunuhan yang keji terhadap jurnalis terjadi di Suriah. Di mana para jurnalis dipenggal kepalanya oleh kelompok ISIS. Presiden Dewan Keamanan, Linas Linkevicius bahkan mengatakan, setidaknya ada 80 jurnalis tewas ditangan ISIS sejak konflik dimulai pada 2011 silam.

Sementara, Wakil Sekjen PBB Jan Eliasson mengungkap bahwa jurnalis lokal juga menghadapi risiko paling rawan. Di mana 95 persen dari pembunuhan jurnalis menimpa jurnalis media lokal. (CNA)


Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau