Paus Minta Pemimpin Kristen Dunia Bela Toleransi Beragama

Ketegangan atas nama agama banyak terjadi di Eropa.

Jumat, 08 Mei 2015 09:26 WIB

Paus Fransiskus (Foto: Antara)

Paus Fransiskus (Foto: Antara)

KBR – Paus Fransiskus meminta semua pemimpin agama Kristen di seluruh dunia untuk membela kebebasan terhadap ekspresi beragama dari apa yang disebutnya sebagai ‘toleransi yang disalahgunakan’.

Hal ini dinyatakan di pertemuan pemimpin Katolik dan Protestan di Eropa dan bersamaan juga dengan adanya ketegangan soal kebebasan beragama di Amerika Serikat.

“Atas nama toleransi yang disalahgunakan, warga negara jadi terhalangi untuk mengekspresikan agama mereka secara bebas dan dilindungi hukum,” kata Paus, hari Kamis (7/5/2015) waktu setempat.

Paus Fransisku lantas meminta seluruh pemimpin Kristen untuk membela kebebasan beragama dengan ‘satu suara’.

Konflik kebebasan beragama belakangan terjadi di Eropa. Di Perancis misalnya, komunitas Muslim di sana baru-baru ini menggelar protes ketika seorang anak Muslim berusia 15 tahun dipulangkan dari sekolah karena memakai rok panjang. Menurut kepala sekolah, anak ini melanggar peraturan tahun 1905 yang melarang penggunaan simbol agama di tempat umum.

Sementara di negara bagian Indiana Amerika Serikat, anggota Parlemen baru-baru ini dipaksa mengubah statuta setelah ada keluhan karena statuta itu dianggap melegitimasi diskriminasi terhadap kelompok LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transeksual). Tindakan ini memicu protes di penjuru negeri. (cruxnow.com)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

Hakim Sunarto Terpilih sebagai Wakil Ketua MA Non-Yudisial

  • Polres Solo Buru Puluhan Orang Penganiaya yang Menewaskan Suporter Persebaya
  • Dinas Rahasia Amerika Tangkap Pria Bersenjata dekat Kantor Perwakilan Iran
  • Cal Crutchlow: Saya Bukan Pebalap Medioker

Anda berencana ke luar negeri? Ingin beli oleh-oleh, tapi takut kena pajak? Pada 1 Januari 2018, pemerintah menerbitkan regulasi baru untuk impor barang bawaan penumpang dan awak sarana pengangkut.