Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) berbincang dengan Wakil Presiden Liberia Joseph Nyumai Boakai (kiri) dalam pertemuan bilateral antara Indonesia dengan Liberia dalam rangkaian KTT Asia-Afrika (21/4). Foto: Antara

KBR - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Liberia bebas dari virus Ebola. Ini setelah tidak ditemukannya kasus baru dalam 42 hari di negara itu. Presiden Ellen Johnson Sirleaf mengatakan Liberia merayakan upaya dalam membendung penyakit tersebut. 

Sebelumnya lebih dari 4.700 kematian akibat Ebola tercatat di Liberia. Jumlah ini jauh lebih banyak dari negara lain yang juga terdampak. Sementara Liberia berhasil melewatinya, negara tetangga seperti Guinea dan Sierra Leone masih terus berjuang melawan wabah. Ebola mengambil lebih dari 11.000 jiwa di seluruh wilayah itu sejak tahun lalu.

Kini, WHO menganggap negara itu telah terbebas dari Ebola setelah periode 42-hari tanpa kasus baru atau dua kali masa inkubasi maksimum. Kematian terakhir di Liberia akibat Ebola dikonfirmasi pada tanggal 27 Maret. Kemudian pada hari Sabtu lalu Organisasi Kesehatan Dunia mengeluarkan sebuah pernyataan bahwa: "Wabah penyakit virus Ebola di Liberia berakhir." 

Para pejabat setempat mengungkapkan Ebola akhirnya dapat ditaklukkan di Liberia melalui upaya kolektif. Seperti pusat perawatan dan lokasi-lokasi pencucian tangan yang didirikan untuk mencegah penularan penyakit. Pun beberapa Billboard yang dipasang berisikan slogan-slogan pengingat seperti "Ebola adalah nyata", "Cuci tangan Anda dan tidak menyentuh" dan "Jangan menjadi korban berikutnya". (BBC)

Editor: Eli Kamilah


 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!