Kota Palmyra Dikuasai ISIS, Burung Langka Terancam Punah

Burung yang mengalami ancaman kepunahan itu adalah ibis botak dari utara.

Selasa, 26 Mei 2015 08:22 WIB

Pasukan ISIS. Foto: Antara

KBR- Para ahli menyatakan suatu jenis burung langka tertentu harus menghadapi kepunahan akibat penguasaan Kota Palmyra di Suriah oleh kelompok radikal ISIS. Burung yang mengalami ancaman kepunahan itu adalah Ibis botak dari utara. Minggu lalu, tiga ekor burung jenis ini ditemukan tak terawat dalam kurungan setelah penjaga Bedouin melarikan diri dalam pertempuran. Nasib ketiga burung itu pun tak diketahui. 

Koloni dari burung ini masih dapat ditemukan di kota pada tahun 2002 silam. Namun di tahun 2013 hanya tersisa seekor burung betina saja yang kembali dari migrasi musim dingin.

Masyarakat untuk Perlindungan Alam (The Society for the Protection of Nature) di Lebanon telah menawarkan hadiah sebesar 1.000 dollar atau sekira Rp13.178.311 untuk informasi tentang keberadaan seekor burung betina yang menjadi satu-satunya burung yang mengetahui rute migrasi musim dingin di Ethiopia.

Burung yang sangat berharga ini bahkan dinamai Zenobia oleh Ratu Palmyra. Tanpanya, burung-burung yang dibesarkan di penangkaran tidak dapat mempelajari rute migrasi mereka dan akhirnya akan mengalami kepunahan di alam liar Suriah. Itulah yang dikatakan para Ornitologi atau ahli burung.
 
"Budaya dan alam berjalan beriringan, dan perang dapat berhenti, namun tidak ada satu pun yang bisa membawa kembali spesies yang telah punah," ujar Asaad Serhal, Kepala Masyarakat untuk Perlindungan Alam di Lebanon kepada BBC. (BBC)  


Editor: Quinawaty Pasaribu

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.