Korea Selatan Umumkan Kasus Kedua Virus MERS

Lelaki itu terlebih dulu terdiagnosis penyakit itu setelah perjalanannya dari Bahrain.

Kamis, 21 Mei 2015 10:26 WIB

Virus MERS - ilustrasi. Foto: Antara

KBR - Pejabat Kesehatan Korea Selatan baru saja mengkonfirmasi soal kasus kedua Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS) pada seorang pasien yang merawat suaminya yang sebelumnya terinfeksi. Lelaki itu telah terlebih dulu terdiagnosis penyakit itu setelah perjalanannya dari Bahrain. Kementerian Kesehatan menyatakan, perempuan itu kini dalam kondisi yang stabil. Sementara lelaki usia 76 yang pertama kali terjangkit MERS itu kini dalam kondisi demam tinggi sejak kemarin.

Kementerian Kesehatan menilai ada kemungkinan penyakit ini menyebar ke populasi yang lebih luas. Karena itu, orang-orang yang pernah kontak langsung dengan pasien pertama kini diisolasi. Penyakit ini pertama kali diidentifikasi menjangkiti manusia pada 2012 lalu. MERS disebabkan coronavirus, virus yang masih sejenis dengan wabah mematikan SARS di Tiongkok 2003 silam. Belum ada obat atau vaksin untuk ini. (CNA) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

Menristek Minta Dosen Mundur Karen HTI, Pengamat: Itu Ngawur

  • Jokowi : Pengadaan Alutsista Harus Lewat G to G
  • Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Anti Terorisme
  • Terus Lakukan Intimidasi Penggusuran, Warga Dobrak Gerbang PT KA Bandung

Indonesia mengalami masalah ketimpangan (inequality) dan tengah berupaya memeranginya. Simak perbincangannya hanya di Ruang Publik KBR, Rabu 26 Juli 2017 pukul 09.00-10.00 WIB.