Korban Perkosaaan di India Meninggal Setelah 42 Tahun Koma

Tidak terselesaikannya kasus pemerkosaan ini, epidemik pemerkosaan di India hanya semakin meluas dan memburuk

Selasa, 19 Mei 2015 20:19 WIB

Ilustrasi korban pemerkosaan. Foto: Antara

Ilustrasi korban pemerkosaan. Foto: Antara

KBR - Aruna Shanbaug,  korban pemerkosaan 40 tahun lalu akhirnya meninggal dunia, Senin waktu setempat. Suster di Mumbai tersebut koma setelah jadi korban pemerkosaan. Suster berusia 68 tahun tersebut harus menderita kerusakan otak sejak tahun 1973. Hingga meninggal, pelaku pemerkosaan hanya didakwa kasus pencurian oleh pengadilan setempat. Petisi yang diajukan oleh penulis India, Pinki Virani kepada Mahkamah Agung India juga ditolak pada tahun 2011.

Aktivis hak perempuan setempat, Kavita Krishnan mengatakan bahwa kasus ini mengajak masyarakat dan pemerintah untuk memikirkan ulang mengenai keselamatan kerja untuk perempuan. Menurut dia, dengan tidak terselesaikannya kasus ini, epidemik pemerkosaan di India hanya semakin meluas dan memburuk. (Aljazeera)

Editor: Malika

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau